Rabu, 16 Januari 2013

Budidaya Tanaman Lidah Buaya


http://tanamanberkhasiat.files.wordpress.com/2008/08/budidaya-tanaman-lidah-buaya.jpg

Tanaman lidah buaya banyak tumbuh di sekitar pekarangan halaman dan lainnya sebagai tanaman hias ataupun penghijauan, ternyata jika kita budidaya secara intensif dapat mendatangkan keuntungan juga, silahkan ikuti artikelnya

Budidaya Tanaman Lidah Buaya
telah dilakukan semenjak beberapa tahun yang lalu di Indonesia. Hal ini
dilakukan untuk memenuhi pasar ekspor terutama ke negara Jepang. Jepang
adalah negara pengguna lidah buaya terbesar di dunia, kebutuhan akan
lidah buaya segar mencapai 20 kontainer (300 ton/bulan). Kebutuhan ini
dipasok oleh Brazil dan Thailand.


Melihat kebutuhan pasar
ekspor yang besar tersebut, maka budidaya lidah buaya merupakan usaha
bisnis yang menggiurkan. Selain itu, Indonesia saat ini masih mengimpor
hasil dari olahan lidah buaya seperti sabun, sampoe, powder dan olahan
lainnya.


Budidaya lidah buaya
tidaklah sesulit yang kita bayangkan, hal ini dikarenakan linkungan
tumbuh dari tanaman lidah buaya sangat cocok untuk dikembangkan di
daerah tropis seperti Indonesia. Ada tiga jenis tanaman
lidah buaya yang memiliki nilai komersial yang tinggi: antara lain Aloe
barbandensis dari Amerika, Aloe ferox dari Afrika dan Aloe sinensis dari
Asia (Cina). Aloe barbandensis adalah yang terbaik untuk dibudidayakan
karena lebih tahan terhadap hama dan penyakit, ukurannya jauh lebih
besar dibanding jenis lainnya


Diagram Alur Budidaya Tanaman Lidah Buaya






Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya


Sebelum melakukan
budidaya tanaman lidah buaya dilakukan penyiapan lahan untuk budidaya.
Lahan disiapkan dalam keadaan telah dibajak dan di gemburkan terlebih
dahulu kemudian di buat saluran drinase dan bedengan. Bendengan dibuat
dengan ukuran 1 x 2 meter dan tinggi 30-40 cm dan panjang di sesuaikan
dengan kondisi lahan.


Budidaya tanaman lidah
buaya dimulai dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu, pembibitan
dilakukan cara vegetatif, bibit diambil dari tanaman induk berupa anakan
dengan jalan dicongkel dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Anakan
yang telah di dapatkan ditanam dalam polibag. Lama pembibitan adalah 3-5
bulan.


Setelah
masa pembibitan barulah bisa ditanam diareal pembudidayaan. Bibit
tanaman lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih
10 cm. Pada waktu penamanan diusahakan agar tanaman lidah buaya tidak
berhimpitan dandaun tidak patah.


Pemeliharaan tanaman
lidah buaya dilakukan dengan cara memasukan pupuk kandang yang sudah
matang sebanyak 2-5 kg pada waktu 1-2 minggu sebelum ditanam. Kemudian
setelah pasca tanam dapat diberikan pupuk Urea dan Furadan


Lidah buaya sudah dapat
dipanen pada umur 12-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan
setiap bulan. Pasca panen, pelepah lidah buaya di bawa ke tempat
penyortiran. Setelah di sortir kemudian dibungkus dan selanjutnya dibawa
ke tempat pemerosesan lebih lanjut.